The First Frost.

by - 3:36 PM


Di kehidupan yang penuh luka ini, pantaskah aku dicintai dan mendapat bahagia?
Sedang aku tidak utuh dan penuh airmata.
Aku, mencintai dia yang hidup dengan penuh rasa bahagia.
Dan, aku yang hadir dari hidup yang penuh luka dan airmata.
Bersamanya, luka dan airmata ini seolah tak lagi menyakitkan.
Bersamanya, langkah kaki ku tak lagi berat.
Bersamanya, duniaku menjadi penuh cahaya.
Aku ingin bersamanya.
Pantaskah aku?
(Wen Yifan)
 
Aku mencintainya tanpa batas, tanpa basa basi, tanpa syarat.
Meski ia berkali-kali meninggalkanku, aku tetap mencarinya, dan berlari ke arahnya.
Menunggu, hingga suatu saat ia akan berbalik dan berlari ke arahku.
Ia dengan segala lukanya, layak mendapatkan bahagia sebesar-besarnya.
Di sinilah aku berdiri sekarang, berusaha untuk memberikan dunia dan seisinya.
Bahkan, jika dunia ini menyakitinya, aku akan tega menghancurkan dunia ini.
Demi dia.
Dia, Wen Shuangjiang.
The First Frost.
Cinta pertama dan terakhirku.
(Sang Yan)
 
 
Kisah cinta Wen Yifan dan Sang Yan ini cukup menguras airmata.
Wen Yifan dengan kehidupan dan masa lalu kelamnya, berhasil menemukan tempat pulang.
Ia menahan hasrat ingin bersama orang yang ia cintai, demi melindunginya dari hal-hal buruk yang selalu ia bawa.
Tapi, di sisi lain, ada Sang Yan yang tidak pernah lelah mencintainya.
Bahkan, Wen Yifan tidak tahu bahwa Sang Yan selalu berada di sampingnya.
Rela menempuh jarak panjang demi menemui Wen Yifan meski dalam diam.
Cintanya indah.
Dalam diam, ia menjaga Yifan, memerhatikannya dari kejauhan, dan mencintainya sedalam lautan.
Sang Yan adalah gambaran cinta sejati yang sulit untuk kita percayai, bahwa ada orang seperti dia yang hidup di antara miliyaran manusia di Bumi.
Sedangkan, Wen Yifan, adalah gambaran perempuan rapuh yang harus ditempa dunia yang keras ini.
Perempuan manja yang harus pura-pura kuat menghadapi dunianya.
Dipaksa menjadi kuat, dipaksa menghadapi masalah dan traumanya sendirian.
Terlalu banyak paksaan yang dunia pinta darinya.
Sisi kuatnya dibentuk dari pahitnya kenyataan demi kenyataan yang harus ia hadapi.
 
Jatuh cinta itu tidak menakutkan.
Bersama orang yang tepat, cinta bisa jadi dunia baru yang memberi rasa bahagia.
Bersama orang yang tepat, melewati ujian dalam percintaan tidak lagi terasa berat.
Bersama orang yang tepat, akan selalu ada cara untuk bersama, walau dunia berusaha memisahkan.
 
Bersama Sang Yan, Yifan tak lagi harus menyembunyikan luka.
Bersama Sang Yan, Yifan mampu bangkit dan menatap dunia.
Gak ada kisah cinta yang lebih indah dari keduanya.
Semoga kita semua memiliki setidaknya satu Sang Yan dalam hidup ini.
Yang rela menjaga dan melindungi kita.
Yang diam-diam selalu mendoakan kebahagiaan kita.
Dan, yang mencintai kita seluas dunia.
 
Jika cintamu tidak indah, mungkin bukan cinta-nya yang salah, tapi orangnya yang tidak tepat bersamamu.
 
Dan, Sang Yan adalah definisi dari cinta itu sendiri.

You May Also Like

0 comments