Bekerja bersama MRT untuk #UbahJakarta

by - 3:15 PM




“Duh, macet banget, sih.”

“Tinggal di Jakarta gini amat, ya. Macet dimana-mana.”

“Ini nih yang katanya Ibu Kota Indonesia? Pancoran – Gatot Subroto aja 1 jam.”

Mengeluh tidak menyelesaikan masalah.

Bukan cuma kamu, atau pun aku. Kita semua pasti pernah sedikit mengeluh perkara kejebak macet berjam-jam. Dari mulai semangat, sampe akhirnya bete sendiri karena terjebak macet. Dari mulai make-up masih fresh, sampe luntur kena keringet.

Rasanya, udah berbagai cara dicoba untuk bisa mengatasi kemacetan di Ibu Kota Indonesia ini, dimulai dari pembangunan jalan layang, penambahan gerbong KRL, sampai penambahan unit Transjakarta.




Terus, kenapa masih macet?

Karena, Pemerintah gak bisa kerja sendirian. Mereka tetap membutuhkan bantuan kita semua sebagai warga Jakarta, untuk membantu mengurai kemacetan yang semakin tak terkendali.

Caranya gimana?

Dengan beralih dari naik kendaraan pribadi, menjadi naik kendaraan umum / transportasi umum yang sudah disediakan.

By the way...

Akan ada angin segar untuk kita semua. Transportasi umum akan kedatangan ‘anggota’ baru yang bernama MRT.

Apa itu MRT?

MRT Jakarta, singkatan dari Mass Rapid Transit Jakarta atau Angkutan Cepat Terpadu Jakarta. Bahasa lainnya adalah kereta cepat.

MRT digadang-gadang akan menjadi alat transportasi paling cepat yang mampu mencapai per stasiunnya dalam waktu 5 menit.

Bagaimana, tidak? Jalurnya saja jelas sudah berbeda dari alat transportasi lainnya.

Dibangun dengan memiliki jalur layang tersendiri, MRT mampu menyelamatkanmu dari kemacetan. Asal dengan syarat, kamu mau meninggalkan alat transportasi pribadimu, dan beralih menggunakan MRT, ya.

Untuk jalur MRT sendiri terbagi menjadi 2 bagian:

Pertama, konstruksi jalur layang (Elevated) yang membentang ± 10 KM; yang akan melewati 7 stasiun, diantaranya: Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja.

Kedua, konstruksi bawah tanah (Underground) yang membentang ± 6 KM; yang akan melewati 6 stasiun, diantaranya: Stasiun Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI.

Mekanisme cara penggunaan MRT secara teknis sama dengan cara naik KRL, begini caranya:
1.       - Saat penumpang masuk ke dalam stasiun MRT, penumpang akan akan membeli tiket di   Ticket Vending Machine (TVM) atau di loket manual
2.       - Di gerbang penumpang, tiket  ditempel untuk masuk (tap-in)
3.       - Penumpang tunggu MRT di peron
4.       - Setibanya di stasiun tujuan, kartu kembali ditempel untuk keluar di gerbang penumpang (tap-out)

MRT dapat mengangkut ± 2.000 penumpang, yang terdiri dari 8-10 gerbong, hampir sama dengan KRL.

Sampai saat ini, pengerjaan MRT itu sendiri sudah mencapai 76%. Kalau dilihat dalam hitungan hari, sekitar 563 hari lagi, kita akan segera menikmati MRT di Kota Jakarta.

Bahkan, menurut gubernur Jakarta yang masih menjabat sekarang, Pak Djarot, tahun 2018 MRT dengan rute Bundaran HI – Lebak Bulus sudah bisa ‘dicicipi’ oleh warga Jakarta. (source: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/17/08/10/ougmvt-djarot-pembangunan-mrt-fase-satu-selesai-2018)

Benar-benar kabar  gembira, bukan?

Nah, dalam menyambut datangnya hari perilisan MRT, hastag #UbahJakarta sudah mulai digerakkan. Dengan tujuan, masyarakat mau sama-sama untuk menyatukan visi dan misi dalam mengurangi kemacetan di Jakarta.

Jakarta, kota yang memiliki penduduk kurang lebih 9juta jiwa. Kota kecil ini harus melihat riuhnya kendaraan berlalu-lalang disetiap harinya.

Bayangkan, betapa lelahnya Jakarta... Dan, kita masih harus mengeluh?

Daripada kita sibuk mengeluh, memaki, dan merutuk kemacetan yang sudah menjadi makanan sehari-hari, yuk sama-sama kita #UbahJakarta dengan beralih naik transportasi umum.

Setelah Kerja Nyata dengan membangun proyek MRT dengan visi: menjadi penyedia jasa transportasi publik terdepan yang berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan mobilitas, pengurangan kemacetan, dan pengembangan sistem transit perkotaan.
 Kini, mari bersama-sama untuk Kerja Bersama: #UbahJakarta menjadi Kota yang lebih baik dari sebelumnya.
 Karena, Kota Jakarta tercinta ini tidak akan ‘kemana-mana’ kalau warganya tidak ada usaha untuk mengubahnya.  Kurangi mengeluh, ambil tindakan! Demi Jakarta dan Indonesia yang lebih baik
 Untuk informasi lebih lanjut mengenai info MRT #UbahJakarta, kalian bisa mengontak langsung ke:

You May Also Like

18 comments

  1. Ngomongin macet sampai bosen ngeluhnya. Salah satu penyumbang kemacetan terbesar di Jakarta itu salah satunya anak-anak yang pergi ke sekolah dengan membawa kendaraan pribadi, atau anak sekolah TK yang diantar dengan mobil sendiri-sendiri.
    Berharap banyak, sih, sama MRT ini, semoga sedikitnya bisa menjadi solusi dari masalah kemacetan di Jakarta, juga konsisten memberikan pelayanan transportasi yang nyaman.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, yg lebih disayangkan lagi adalah; kalo kita liat mobil gede yg isinya cuma 1 orang:(

      Delete
  2. Kalo Jakarta punya sistem transportasi yang mumpuni, baik dalam kecepatan atau kenyamanan, rasanya warga pengguna kendaraan pribadi akan lebih mudah dibujuk untuk menggunakan transportasi umum. Beberapa moda transportasi yang ada sekarang mungkin sudah menjangkau berbagai wilayah tapi sayangnya kenyamanannya masih kurang diperhatikan. Semoga MRT bisa jadi solusi jitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan, semoga kenyamanan di alat transportasi umum lainnya juga semakin baik:) biar semua masyarakat nyaman dan mau naik kendaraan umum...

      Delete
  3. waaaah..semoga dengan adanya MRT mendatang ini,kemacetan kota Jakarta dapat berkurang secara signifikan ya.

    ReplyDelete
  4. Tulisannya menginspirasi. Bener banget kalo kita semua harus mulai membiasakan naik angkutan umum. Dan, makin gasabar nunggu MRT.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaps, semua perubahan besar itu bisa diawali dari mulai kesadaran diri sendiri :)

      Delete
  5. Siap untuk mendukung program pemerintah, siap menyatu dalam visi misi bersama. Membangun Jakarta yang lebih baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah... andai masyarakat bisa dengan mudah menyatukan visi-misinya seperti ini. :)

      Delete
  6. Semoga cepet beroperasi ya MRT nya, biar org2 yg tinggal di luar jakarta kayak aku bisa tetep syaanntiiikk sampe kantor. Secara, kalo telat 5 menit aja udh kena macet di toll JORR bisa sampe 3 jam lebih huffttt... dr rumah jam 5 subuh smpe kantor jam 9, dari rumah kayak Cherybelle sampe kantor kayak Annabelle.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. semangatttt kamu yang harus berjuang melawan macet. mudah-mudahan, kemacetan Jakarta bisa teratasi. :))

      Delete
  7. Waaah mantep Mbak tulisannya.
    Alhamdulillah harapan baru warga Jakarta. Gak perlu pusing lagi, gak capek di jalan, gak habis waktu di perjalanan, dan mudah2an tiketnya juga terjangkau. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin! harapan keduanya, sih: harga tetap down to earth. hehehe. :)

      Delete
  8. Jadi lebih tau MRT gara-gara si mba nika,thanks infonya. Padahal ku orang depok tapi ga sabar mau nyobain naik MRT haha semoga cepet terealisasi. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe semoga bisa langsung nyoba MRT ya, Mba Ajeng. Aamiin. :)

      Delete